Tinjauan obesitas anak sekolah

Masalah terbesar yang dihadapi anak-anak yang mengalami obesitas adalah obesitas pada masa anak-anak berlanjut sampai dewasa. Perilaku tampak pada kegiatan keluarga yang mempunyai tiga unsur utama yang mempengaruhi nya.

Jumlah makanan yang tersedia tergantung dari segi ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dan lain-lain. Juga tumbuhnya sifat ingin bebas dan makan di luar rumah, perhatian yang mendalam dalam penampilan dan berat badan, kebutuhan untuk dapat diterima oleh kelompok usia sebaya yang menjadi panutan dan adanya aktivitas gaya hidup remaja.

Keadaan gizi dapat berupa gizi kurang maupun gizi lebih.

Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri. Aktivitas fisik sangat diperlukan dalam proses pembakaran kelebihan lemak dalam tubuh. Pada wanita dewasa, kehamilan dan menopause merupaka faktor yang dapat memicu terjadinya obesitas.

Perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan faktor risiko obesitas pada anak-anak usia tahun, dengan menanamkan pendidikan kesehatan pada anak-anak sejak usia dini, melalui peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi, seperti gerakan anti-rokok, gerakan cinta serat sayur dan buahserta membudayakan aktivitas fisik.

Diterjemahkan dari Behrman, Kliegman, Arvin, dkk. Selain itu, siaran televisi dan media massa umumnya memberikan informasi dalam bentuk iklan yang di antaranya menawarkan produk-produk makanan yang berkadar kalori dan lemak tinggi.

TINJAUAN PUSTAKA KEGEMUKAN DAN OBESITAS PADA ANAK-ANAK

Anak-anak yang obesitas tidak hanya lebih berat dari anak-anak seusianya, tetapi juga lebih tinjauan obesitas anak sekolah matang pertumbuhan tulangnya.

Kedua pola makan ini biasanya di picu oleh stres dan kekecewaan. Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria remaja yang berbunyi sebagai berikut: Iklan-iklan tersebut sangat menarik sehingga banyak memengaruhi perilaku maupun pola makan anak-anak.

Metode ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Obesitas pada anak-anak dapat terjadi akibat pola makan anak-anak yang tidak terlalu baik dan juga pemberian asupan makanan.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok: Paha dan lengan atas jauh lebih besar, jari-jari tangan relatif kecil dan runcing. Anak-anak rentan mengalami obesitas karena orang tua yang kurang mengetahui cara mengatur pola makan anak dengan baik. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama.

Bayi gemuk belum tentu sehat, bahkan dapat berakibat negatif dan membawa berbagai kesulitan seperti tingginya risiko kejang. Tetapi, dengan adanya acara televisi yang memukau, kemudahan-kemudahan transportasi, dan perkembangan teknologi membuat anak-anak enggan melakukan kegiatan yang banyak mengeluarkan energi.

Puslitbang Gizi dan Makanan; Klasifikasi obesitas. Menurut Supariasa dkkada beberapa cara yang dilakukan untuk menilai status gizi adalah: Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda sekundernya sampai ia mencapai kematangan seksual.

In terms of health malnutrition is a result of food consumption more than their needs. Seorang bayi yang menangis belum tentu merasa lapar, mungkin merasa sakit pada bagian tubuh tertentu atau pakaiannya basah. Wahab S. Remaja merupakan usia transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa.

Gangguan tersebut antara lain nyeri saat menstruasi dan perdarahan menstruasi berat. Untuk menentukan masalah KEP dilakukan pengukuran antropometri yang umumnya meliputi berat badan dan tinggi badan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Anak Usia Sekolah 1. Definisi Anak Usia Sekolah Menurut Wong (), usia sekolah adalah anak pada usia tahun, yang artinya sekolah menjadi pengalaman inti anak.

4 TINJAUAN PUSTAKA Anak Sekolah Dasar Hurlock () mengelompokkan anak usia sekolah berdasarkan perkembangan psikologis yang disebut sebagai Late Childhood. Download Hasil penelitian dengan analisa tentang hubungan faktor risiko obesitas dengan tingkat obesitas pada anak sekolah di.

Sekolah Dasar Kartika XIV-I Lampriet. Banda Aceh, didapatkan nilai P-value sebesar 0, Kelompok anak usia sekolah merupakan kelompok rentan gizi, kelompok masyarakat yang paling mudah menderita kelainan gizi, bila masyarakat terkena kekurangan penyediaan bahan makanan.

Obesitas pada anak disebabkan oleh masukan makanannya yang berlebih. Selain itu, pada waktu lahir anak tidak dibiasakan mengonsumsi air susu ibu (ASI), tetapi dibiasakan pakai susu formula dalam botol, padahal anak yang diberi ASI biasanya asupan ASI-nya sesuaI ketentuan berat badan bayi (Soetjiningsih,dkk, ).

Obesitas anak dapat memberikan tekanan dan regangan yang lebih besar terutama pada tulang kaki daripada anak dengan berat normal. Oleh karena itu tulang kaki anak obesitas biasanya mempunyai ukuran yang lebih besar, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ketika berjalan ataupun berlari.

Tinjauan obesitas anak sekolah
Rated 4/5 based on 37 review